Selasa, 19 Mei 2015

Bisnis plan usaha baju dengan brand sendiri

Bisnis plan usaha baju dengan brand sendiri

Berkembangnya dunia fasion dari waktu ke waktu mendorong terciptanya para pelaku usaha baru untung meraup untung keuntungannya. Karena kita tau baju sudah menjadi kebutuhan bagi kita sehari hari. Banyak inovasi inovasi terhadap model baju maupun terhadap tema tema baju yang kita lihat. Apalagi skarang baju sudah menjadi hal yang sangat penting dalam berpenampilan untuk mempuat seseorang tambah percaya diri.

Melihat perkembangan dari dunia fashion ini , dapat memberikan kita keuntungan juga. Asalkan kita bisa berinovasi dan punya perencanaan yang baik. Untuk memulai bisnis ini kita tidak perlu mempunyai took sendiri dulu, karena modal untuk membuat toko sendiri itu lumayan besar.  Ada banyak cara agar kita masih bisa berjualan tanpa mempunyai took sendiri.

Konsumen

Para remaja diantaranya kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan golongan yang paling memperhatikan tampilan. Mereka sering mengganti ganti tampilan mereka, hal ini membuka peluang yang sangan bangus dalam dunia usaha ini, dengan menawarkan desain baju bagus dan haega yang bersaing.

Memulai bisnis

Bersaing dengan brand yang sudah ada bukanlah hal yang menakutkan, asalkan kita bisa memberikan produk yang lebih baik dengan harga bersaing.
Berikut ini cara cara yang bisa kita lakukan ;
Kita bisa membuat desain bagu menggunakan corel maupun photoshop. Desain haru menarik dan sesuai dengan selera pasar dan target pasar.
Mencari rekanan konfeksi yang cocok dari segi harga dan juga kualitas yang mereka bisa berikan untuk memproduksi baju yang telah kita desain.
Membuat souvenir seperti stiker maupun gantungan kunci untuk diberikan kepada pembeli, agar lebih menarik perhatian mereka untuk membeli kembali baju kita yang lain dan bagi yang melihat stiker maupun gantungan kunci akan merasa tertarik untuk melihat prodak kita.
Mencari rekanan toko yang bisa dipercaya untuk menjual produk kita.
Kita tidak perlu terburu buru dalam memproduksi baju dalam jumlah besar maupun dengan farian yang banyak.

Kendala bisnis

Berkembangnya usaha usaha seperti ini membuat kita harus kebih memutar otak dan strategi untuk membuat brand kita bisa dikenal, sangat dikenal dan banyak dibeli. Pemilihan nama brand merupakan hal yang sangt penting,jangan sampai kita memilih brand tapi ternyata brand itu telah lebih dulu digunakan.

Strategi pemasaran
Perkembangnya dunia teknologi berdampak juga pada dunia usaha, hal ini bisa kita lihat dari fenomena dan paradigm yang terjadi sekarang. Banyak sekali took online shop yang menawarkan banyak prodak dari elektronik sampai pakaian. Apalagi gaya hidup remaja saat ini yang tidak lepas dari dunia sosialita di gagetnya. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk menjadi tempat pemasaran dan penjualan kita. Kita bisa membuat blog khusus untuk mempromosikan, dan menjadi penghubung dalam jual beli. Kita juga bisa menggunakan media media social yang sering digunakan seperti twitter, facebook, Instagram path dan yang lainnya. Bergerak didunia online shop ini kepercayaan pembei haruslah dijaga, jangan sampai barang yang mereka pesan dan sudah dibayar tidak sampai ketangannya, disinilah kredibilitas kita harus baik.
Selain menggunakan dunia maya sebagai media kita, kita juga dapat mencari distro rekanan untuk menjual baju kita. Tentu saja harus ada perjanjian terlebih dahulu agar tidak ada pihak yang dirugikan .
Kunci sukses

Menjaga kepercayaan pembeli sangatlah penting dalam dunia usaha, apalagi salah satu media yang kita gunakan yaitu media online. Terus berinovasi dan cerdas dalam melihat trend yang terjadi didalam dunia usaha ini sangatlah penting. Jangan pernah menyerah dan terus optimis.

Analisa ekonomi
Modal awal
Memesan baju ke konfeksi 4 lusin @50.000 ; 2.400.000
Souvenir                                                          ;     200.000
Paketan internet                                             ;       50.000
Jumlah modal                                                 ; 3.100.000


Laba
1 baju dijual 80.000 X 48 =     3.840.000
Modal                           =         3.100.000

Laba                             =            740.000

Kisah Sukses Rusdi Raisa, Modal Kecil omzet Ratusan Juta

Kisah Sukses Rusdi Raisa, Modal Kecil omzet Ratusan Juta


Rusdi Raisa 27 tahun, Seorang Pria asal Garut ini memulai bisnis pada 2006 ketika duduk di tingkat awal kuliah di Universitas Islam Bandung. Ia berpikir untuk mencari uang tambahan sebagai uang jajan di kampus. Kemudian terbetiklah usaha aksesori dari kulit. Alasannya sederhana, karena dia memang penggemar aksesori dari kulit.
“Waktu itu modal awal saya Rp 50 ribu. Saya beli limbah kulit 2 kg seharga Rp 20 ribu. Sisanya yang Rp 30 ribu saya pergunakan untuk membeli lem dan perlengkapan produksi lainnya,”
Kulit yang dibeli adalah kulit limbah dengan potongan kecil, maka Rusdiharus memutar otak agar kulit tersebut tetap bisa dijadikan kerajinan dengan jumlah yang banyak. Akhirnya dia memutuskan membuat tempat ponsel. Dari 2 kg limbah kulit tersebut, dia berhasil membuat 70 tempat ponsel.
Bermodal keterampilan yang dia dapat dari teman-temannya para pengrajin kulit, dia membuat tempat ponsel yang unik dan tidak ada di pasaran yaitu membuat tempat ponsel dengan jahitan kulit, bukan jahitan benang.
Ketika dibawa ke kampus, ternyata banyak teman-temannya yang menyukai produk buatan tangan Rusdi. Rusdi menjual per buah tempat ponsel tersebut seharga Rp 50 ribu. Hebatnya semua barang dagangannya laku.
Memulai bisnis dengan modal cekak, hanya Rp 50 ribu ketika membangun brand D’Russa, namun kini omzet bisnisnya hingga Rp 250 juta/bulan.
Dari modal Rp 50 ribu tersebut dia mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 2 juta. Dari situ Rusdi mengembangkan usahanya ke produk yang lebih mahal untuk mencari keuntungan lebih besar. Dia kemudian mengganti produksi tempat ponsel menjadi jaket kulit dengan harga jual Rp 650 ribu per jaket.
Usahanya makin bertumbuh dengan usaha jaket ini. Suatu hari di tengah produksi jaket, ada seorang pemesan yang ingin membuat tas di tempatnya.
Setelah pesanan pertama tersebut, ternyata banyak orang menyukai model tas D’Russa karya tangannya. Pesanan tas pun mengalir mengalahkan produksi jaket. Sejak 2009 Rusdi memutuskan untuk fokus pada produksi tas. Ia bisa lebih banyak mengeksplorasi model tas dibanding dengan model jaket.
Nama D’Russa merupakan kependekan dari namanya sendiri yaitu Rusdi Raisa. Kata awal nama depannya dan kata akhir nama belakangnya jika digabung menjadi Russa. Agar terlihat keren ditambah D’ di depannya. Dari situlah nama D’Russa kemudian menjadi brand yang berhasil dikembangkan oleh Rusdi.
Saat ini Rusdi memiliki 23 karyawan dan separuhnya (12 orang) adalah tenaga produksi. Dengan jumlah karyawan tersebut Rusdi bisa memproduksi sekitar 250 tas, 500 dompet dan 50 sepatu dalam sebulan.
Produk tas dijual dengan kisaran harga Rp 650 ribu-Rp 4 juta, sepatu Rp 650 ribu-Rp 2,5 juta dan dompet Rp 250 ribu-Rp 650 ribu. Setiap bulannya Rusdi bisa meraup omzet kurang lebih Rp 250 juta.
Apa yang diraih Rusdi adalah sebuah proses panjang dari usaha yang dibangun dengan modal sangat terbatas. Tentu tak hanya berisi kisah manis ketika membangunnya.
Rusdi mengaku belajar banyak dari setiap kesalahan sehingga dia bisa membesarkan usahanya seperti sekarang. Saat ini D’Russa sudah memiliki 1 toko-kantor di Bandung, dua buah toko di Jakarta dan sebuah bengkel di Garut.
“Mimpi saya nanti bisa membuka toko di Bali dan kemudian Australia,” kata Rusdi.
Salah satu cerita pahit untuk mencapai titik ini adalah bagaimana mengukur kemampuan diri. Pernah Rusdi mendapat order pembuatan tas dari sebuah bank daerah. Dia pun langsung menyanggupi, meski waktu itu jumlah pesanan cukup banyak dan waktu terbatas.
Ternyata waktu yang ditentukan tidak mencukupi untuk menyelesaikan jumlah pesanan tersebut. Akhirnya produksi D’Russa tidak lolos kontrol kualitas dan pihak bank hanya mau membayar 30% dari jumlah yang seharusnya dibayar.
“Waktu itu saya rugi lumayan besar dan harus jual motor untuk menutupi ongkos produksi,” kata Rusdi.
Dari kasus tersebut Rusdi lebih berhati-hati dalam menyanggupi pesanan konsumen. Bila memang dia tidak mampu mengerjakan pesanan tersebut maka dia akan menolaknya. Salah satu proyek yang ditolak oleh Rusdi adalah pesanan 22 ribu tas dari Jepang, meskipun jumlahnya menggiurkan. Dia berpikir bengkel produksinya yang semua dilakukan secara handmade tak akan mampu menyelesaikan pesanan tersebut dalam waktu yang ditentukan.
Dari pengalaman pahit tersebut Rusdi sekarang menjalankan usahnya dengan lebih tenang. Tak mau memaksakan diri meskipun laba yang bakal didapat terlihat menggiurkan. Semua harus kembali kepada kemampuan perusahaan dan staf yang mendukungnya.
Dari interaksi dengan pelanggan juga Rusdi terus meningkatkan layanan. Salah satunya tentu saja perbaikan kualitas produk. Dengan produk yang semakin baik, D’Russa berani memberikan garansi dengan rentang masa 1-5 tahun.
Sumber :
detik.com



Bisnis Kerupuk Padang Pasir Omset 90 juta/bulan

Bisnis Kerupuk Padang Pasir Omset 90 juta/bulan


Kedengarannya Aneh jika kita belum pernah dengar yang namanya “Kerupuk Padang Pasir”. Sebutan kerupuk Padang pasir sangat beralasan karena proses penggorengannya yang dilakukan dengan menggunakan media pasir halus
Bambang Suparno (49), warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ini patut diacungi jempol. Dari usahanya berdagang kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan.
Pekerjaan yang dilakukan Bambang adalah menggoreng kerupuk tanpa minyak. Ia mengganti minyak goreng dengan pasir halus hasil penyaringan. Dengan bantuan pengapian, kerupuk tetap mekar. Cara penggorengan inilah yang membuat jenis kerupuk ini disebut kerupuk padang pasir.
Kerupuk yang digoreng dengan teknik ini rasanya akan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan yang menggunakan minyak goreng. Kelebihan lain adalah rendah kolesterol dan tentu saja lebih hemat dalam menekan biaya produksi. Bahkan, risiko untuk melempem dapat ditekan karena dapat didaur ulang.
Varian rasanya juga bernacam-macam. Setidaknya ada tujuh rasa yang dibuat oleh pria yang memulai usahanya sejak tahun 2001 ini. Ada rasa pedas, manis, pedas manis, terasi, rujak, seledri, bawang, serta ubi. Pemberian rasa dilakukan dengan dua cara, yaitu bumbu dicampur dengan kerupuk sebelum digoreng atau dicampur setelah digoreng.
Kerupuk yang selesai digoreng kemudian dikemas dalam plastik ukuran setengah kilogram dan panjang 30-40 sentimeter. Setiap bungkus ukuran besar ia jual seharga Rp 1.000-Rp 2.500. Tiap rasa juga memengaruhi harga.
Kerupuk yang sudah dikemas kemudian dikirim kepada agennya yang tersebar di beberapa kota, seperti Kediri, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Malang, dan Sidoarjo. Agen tersebut adalah pedagang di pusat oleh-oleh di kota masing-masing.
Bambang termasuk pengusaha yang ulet dalam bekerja. Untuk usahanya itu, ia hanya mempekerjakan empat tenaga pria yang bertugas mulai dari menjemur kerupuk hingga menggoreng. Pengemasan dilakukan oleh istri dan enam anaknya serta beberapa tenaga borongan yang juga para tetangganya.
“Kalau saya sendiri bertugas di pengaturan serta pengiriman barang ke kota-kota,” kata pemilik usaha penggorengan kerupuk padang pasir dengan merek Arofah ini, Senin (4/6/2012). Perkembangan usahanya lumayan bagus. Pada awal memulainya, ia hanya memproduksi 30 kilogram kerupuk dan itu pun untuk beberapa hari. Karena permintaan yang selalu ada, ia terus terpacu untuk mengembangkan usahanya sehingga kini produksi per hari mencapai 2,5 kuintal.
“Kalau tentang omzet begini saja, harga bahan kerupuknya per kilo Rp.12.000, lalu kalikan 250 kilogram, dikali lagi selama 30 hari. Berapa itu hasilnya, silakan dikira-kira sendiri,” ungkapnya.
Menemukan jenis usaha ini bukanlah jalan yang mudah baginya. Beberapa profesi pernah ia jalani, mulai dari kuli bangunan di negeri seberang hingga penjual bakso keliling. Pernah pula ia hendak berdagang oli pelumas sesuai ajakan rekannya, tetapi urung dilakukan karena khawatir dengan risikonya.
“Saya berjualan kerupuk karena melihat saudara saya ada di bidang ini. Setelah saya pelajari, saya menjadi yakin sehingga saya ikut terjun,” tutur Bambang sambil mengingat masa lalunya.

 SUMBER


Lima Cara Memulai Usaha dari Bawah

Lima Cara Memulai Usaha dari Bawah


Mempunyai usaha merupakan keinginan banyak orang. Sangat menyenangkan membesarkan usaha milik sendiri. Lalu pertanyaannya bagaimana cara memulai usaha baru dari bawah? sebenarnyanya cara untuk memulai usaha sangatlah mudah. Yang dibutuhkan hanya dengan mempunyai impian. Karena dengan impian kita dapat menciptakan ide usaha yang luar biasa, hingga akhirnya ide usaha tersebut direalisasikan menjadi sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan.
Selanjutnya memulai usaha dapat dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Tentukan ide usaha
Sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
2. Ciptakan visi dan misi usaha
Sebuah usaha harus mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terstruktur dengan baik untuk menunjang pengembangan usaha yang dibangun.
3. Bertindaklah
Sebaik apapun ide usaha yang kita punya, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang kita rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan
Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama, bila usaha kita tergolong baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
5. Hadapi hambatan dan kegagalan
Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.
Kunci kesuksesan memulai usaha adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda.
sumber ;
http://www.ciputraentrepreneurship.com/memulai-bisnis/lima-cara-memulai-usaha-dari-bawah

10 Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses

Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.

Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semuauang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar. 
 (Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)


STRATEGI SUKSES DALAM BERWIRAUSAHA

STRATEGI SUKSES DALAM BERWIRAUSAHA


Meraih kesuksesan dalam menjalankan sebuah usaha tentu membutuhkan tekad yang kuat dan didukung dengan kerja kerasdari para pelakunya. Tanpa adanya dukungan tersebut, bisa dipastikan bila bisnis yang dijalankan tidak bisa bertahan lama menghadapi persaingan dari para kompetitor dan cenderung jalan ditempat tanpa ada perkembangan yang signifikan.
Karenanya, sebelum terjun ke dunia usaha diperlukankan adanya strategi khusus serta beberapa langkah yang wajib dilakukan para calon pengusaha. Lalu, langkah apa saja yang dibutuhkan para calon pengusaha?

Berikut adalah beberapa strategi sukses dalam berwirausaha yang bisa Anda jalankan.
1.      Bidik pasar yang spesifik. Mulailah dengan membidik target pasar yang spesifik dan usahakan untuk terus fokus memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Tingkatkan kemampuan dan keahlian Anda di bidang yang Anda bidik, dan berikan pelayanan terbaik Anda pada pangsa pasar yang telah Anda tentukan. Meskipun pangsa pasar Anda terbilang cukup kecil (bahkan sama sekali belum dilirik pengusaha lain), namun dengan pengelolaan yang maksimal tidak menutup kemungkinan bila Anda bisa memberikan nilai lebih kepada para konsumen dan berhasil memenangkan persaingan pasar.
2.      Berani berkreasi menawarkan keunikan baru. Untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis, jangan pernah takut untuk berkreasi dan ciptakan sesuatu yang baru. Sebab, biasanya sesuatu yang baru mendorong rasa penasaran yang cukup besar dari masyarakat umum, sehingga tidak heran bila keunikan tersebut kemudian mendatangkan daya tarik tersendiri bagi para calon konsumen. Semakin banyak konsumen yang tertarik, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendatangkan keuntungan besar setiap bulannya.
3.      Pelajari kekurangan kompetitor dan jadikan sebagai peluang.Untuk bisa memenangkan persaingan pasar, maka perhatikan kekurangan pesaing Anda dan jadikan hal tersebut sebagai peluang baru untuk merebut perhatian konsumen. Sebisa mungkin posisikan bisnis Anda sebagai solusi tepat bagi permasalahan konsumen dan pastikan kebutuhan yang mereka cari bisa segera Anda penuhi. Dengan begitu, konsumen tidak ragu lagi untuk mulai berpaling ke perusahaan yang Anda jalankan.
4.      Jangan berhenti untuk selalu berinovasi. Usahakan jangan cepat puas dengan inovasi yang berhasil Anda ciptakan. Sebab, pada dasarnya ancaman dari para kompetitor bisa menyerang Anda kapan saja. Untuk itu, lakukan perbaikan dan inovasi produk setiap saat agar para kompetitor Anda juga semakin kesulitan untuk menduplikasi produk maupun jasa yang Anda tawarkan.
5.      Siap hadapi rintangan dan lakukan dari sekarang! Ketika menjalankan sebuah usaha, tak jarang kita menemui berbagai macam kendala yang akhirnya menghambat perkembangan usaha yang dijalankan. Bahkan tidak sedikit jumlah pelaku usaha yang akhirnya menutup usahanya karena kurang yakin dengan kemampuan yang mereka miliki. Karenanya, sebisa mungkin hilangkan ketakutan Anda, dan tingkatkan komitmen Anda untuk membawa bisnis tersebut ke puncak kesuksesan.