Senin, 08 Juni 2015

Mencari peluang bisnis , mau memulai bisnis ? jangan bingung !!


Bagi anda yang sudah bosan jadi karyawan maupun yang ingin ada pemasukan tambahan pasti pernah berfikir tentang berbisnis . tapi anda juga bingung bisnis apa ? seperti apa ? modal berapa ? belum lagi takut malah rugi. Tapi asal kita tau dari begitu banyak kisah sukses dari para pengusaha dibagian belahan dunia manapun banyak diantara mereka yang menelan pahitna kegagalan dulu, tapi merea tidak menyerah bigitu saja. Mereka terus berusaha dan akhirnya hasil manis yang mereka dapatkan dan bahkan menjadi motivator bagi orang orang.

Didunia yang semakin canggih, modern dan meningkatnya gaya hidup masyarakat saat ini, sebenarnya semakin banyak peluang peluang yang ada. Contohnya saja bisnis jual beli online yang merajalera sekarang ini, dari barang baru sampai barang bekaspun di jual, bisnis fashion, bisnis makanan, bisnis ternak, bisnis property dan yang lainnya.
Dibawah ini merupakan salah satu dari peluang usaha saat ini ;

 Usaha waralaba
Sudah tidak asing lagi kita lihat waralaba merajarela, waralabapun ada yang membutuhkan dana yang tidak terlalu besar maupun ada yang membutuhkan dana yang cukup besar.
Berikut ini merupakan beberapa waralaba yang mungkin anda minati untuk bergabung. Namun tentu saja sebelum anda bergabung harus anda tau dari segi kualitas produk, hitung-hitungan , dan yang pasti harus memahami isi dari perjanjiannya.

1.       CafeOS
NAMA USAHA
Cafeos
ALAMAT
Gedung OSCORP Industries Kembangan No.10 Krajankulon,
Kaliwungu Kendal, JAWA TENGAH, 51372
TELEPON
082134519100
PIN   BB 
517DEC34

Sebuah kecintaan yang besar dalam menggemari minuman kopi, dari seluruh nusantara. CafeOS menciptakan inovasi sederhana, dari grosir powder drink yang memiliki bahan dasar Coffe Base, Choco Basedan Miltea Base terus berkembang menjadi paket bisnis franchise CafeOS.
CafeOS tidak hanya memberikan keuntungan agar Anda dapat mandiri, karena mendirikan usaha sendiri. Tetapi CafeOS juga mendukung keseluruhan mitranya, dari bahan baku, strategi penjualan, ide kreatif agar konsumen tidak merasa monoton dengan produk jual desain sesuai request, serta mendukung jalur pemasaran baik via online maupun offline. Dan bonus kemitraan super untuk bisa berumroh bersama. Wanna join with CafeOS?
2.       Tahu gila
Tahu Gila Merupakan sebuah peluang bisnis franchise makanan yang mulai berdiri pada 2013, dengan Bram Mahendra Arino sebagai owner dari merek franchise Tahu Gila. Sebagai sebuah bisnis franchise khususnya yang bergerak dalam bisnis makanan, saat ini Tahu Gila dapat dikategorikan sebagai trend setter dalam bisnis franchise makanan. Dengan semakin berkembangnya bisnis franchise Tahu gila, maka semakin banyak pula penggemar dari Tahu Gila.
Dengan menawarkan 10 varian rasa yang berbeda, franchise Tahu Gila menawarkan cita rasa yang benar–benar gila dan dapat dipastikan berbeda dari franchise sejenis yang menjadi kompetitor dari Tahu Gila. Dengan pengelolaan manajemen yang baik dan juga professional, franchise makanan Tahu Gila semakin berkembang dari waktu ke waktu. Tidak heran bila sekarang ini semakin banyak investor yang mempercayakan modal usahanya untuk bergabung bersama franchise Tahu Gila
Bagi yang ingin bergabung
CALL ME NOW
0822-255-911-82
PIN BB : 25AC0E44
TEAM SUPPORT TAHU GILA

Selain yang diatas masih banyak waralaba yang bisa anda ikuti atau mungkin ada ingin membuka waralaba sendiri ?
 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha waralaba seperti ini, yaitu
1. Jangan percaya pada keuntungan yang cepat dan nilainya fantastis
2. Cermati kebutuhan pasar dan pesaingnya
3. Jangan terlalu cepat melakukan improvisasi
4. Kembangkan usaha waralaba sesuai dengan sistem yang ditetapkan
5. Belajar pengalaman dari pembeli lisensi sebelumnya
6. Kenali sistem yang dibangun pewaralaba

Sumber ;





Selasa, 02 Juni 2015

Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat (BAB 6)


Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.

Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.



Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.



a.       Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.



b.      Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan tertentu.

c.       Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.

d.      Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.



Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :



a.       Mengenali kebutuhan pasar

b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.

c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada.

d.      Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.

e.   Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.

f.        Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.



Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :



1.       Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai

2.       Buat daftar ide usaha

3.       Nilai kemampuan pribadi

4.       Pilih kriteria

5.       Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.

6.       Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.

7.       Tetapkan pilihan.



Cara Memulai Bisnis



Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :



1.       Memulai bisnis baru



Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis oleh anda :

a.   Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola sendiri.

b.   Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.

c.  Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.



2.       Membeli bisnis yang sudah ada



3.       Mengembangkan bisnis yang sudah ada

4.       Memilih usaha franchise

Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :

1.       Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.

2.       Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan terbukti sukses dimana-mana.

3.       Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat.

4.       Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.

5.       Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh perwaralaba.

6.       Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.

7.       Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.

8.       Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.



Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha



Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :



1.       Usaha dibidang makanan atau kuliner.

2.       Usaha pakaian atau perhiasan.

3.       Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.

4.       Usaha pendidikan

5.       Usaha yang terkait dengan rekreasi.

6.       Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan usaha.

Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan :

1.       Pertanian

2.       Pertambangan

3.       Pabrikasi

4.       Konstruksi

5.       Perdagangan

6.       Jasa keungan

7.       Jasa perorangan

8.       Jasa pendidikan

9.       Jasa transportasi

10.   Jasa pariwisata



Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :



1.       Kebutuhan modal

2.       Risiko

3.       Pengawasan

4.       Kemampuan manajerial

5.       Kebutuhan waktu

6.       Pajak



Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling cepat :



1.       Perusahaan perseorangan

Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang saja.  bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.

2.       Persekutuan

Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Pembentukan persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.

a.       Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban usaha.

b.      Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.

Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas.

Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.

Persekutuan lainnya,

Usaha patungan ( join venture) : merupakan suatu kerja sama antara perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sam tersebut.

Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu secara  spesifik.

Kartel: merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.

Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.

3.       Perseroan

Perseroan atau korporasi adalah suatu organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.

4.       Koperasi

Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan

Perencanaan dan Operasi Usaha ( BAB 7 )



Penentuan Lokasi dan Fasilitas Pendukung

Lokasi sangat menentukan kenerhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi , maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluyasan.

Untuk memilih lokasi perlu mempertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain:

1.Lokasi kantor

2. Lokasi Pabrik.

3. Lokasi Gedung.

4. Lokasi Cabang.



Pendekatan  Mutu terhadap Proses Operasional Wirausaha

Pada saat ini, tuntutan konsumen akan mutu produk barang atau jasa semakin tinggi. Oleh sebab itu, bagi wirausahawan baru juga penting memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Dengan mutu yang baik, maka produk baran dan jasa yang dihasilkan dapat berkompetisi dipasar dan dapat bersaing dengan produk sejenis.



Kepemnimpinan Wirausaha

Kepemimpinan dalam wirausaha atau bidang apapun, menjadi faktor penting agar dapat memengaruhi kinerja orang lain, memberikan arahan yang jelas, demi tercapainya suatu tujuan.



Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan wirausaha, antara lain :

1.    Pemimpin yang baik harus mampu memengaruhi orang lain dengan memberikan teladan, member pandangan masa depan, memberikan bimbingan atau konsultasi dan memberikan motivasi

2.    Seorang pemimpin usaha, selain harus pandai memotivasi karyawan juga pandai membangun system yang mendorong karyawan untuk terus menerus mau bekerja keras demi tercapainya tujuan perusahaan.

3.    Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan, sehingga para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi seorang pemimpn pada posisi tertentu yang bisa saja mewakili dan bertindak untuk dan atas nama dia.



Perizinan dan Pendirian Badan Usaha.

Beberapa perizinan yang harus diurus sesuai dengan bidang usahanya,antara lain :

1.    Surat Ijin Pengusaha (SIUP), Didapat melalui Departemen Perdagangan

2.    Surat Ijin Usaha Industri (SIUI), diperoleh dari Departemen Perindustrian

3.    Ijin Domisili, didapat melalui kelurahan setempat

4.    Ijin Gangguan,, didapat dari Kelurahan Setempat

5.    Ijin mendirikan bangunan (IMB), didapat melalui pemerintah daerah setempat

6.    Ijin dari instansi atau departemen teknis yang terkait sesuai dengan bidang usaha yang dijalan kan


MENGELOLA KEUANGAN USAHA ( BAB 8 )



Pada  prinsipnya jika kita sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, yang menjadi

modal utama bukanlah uang , melainkan keberanian, keyakinan dan ketekunan. Dan kita

memulai usaha , kita tidak perlu menunggu sampai modal besar terkumpul. Semua usaha

berasal dari sebuah gagasan/keahlian yang kemudian dijual.



Mengelola Keuangan Usaha

Modal usaha dapat berupa modal dana dan modal nondana berupa keahlian dan keterampilan.





Berikut adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut :

1.    Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha

Pada prinsipnya, dalam menjalankan modal usaha terdapat tiga jenis modal yang diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.

a.   Modal investasi awal

Adalah modal yang diperlukan diawal usaha, biasa dipakai untuk jangka panjang. contoh modal adalah bangunan serta peralatan seperti computer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang – barang lain yang di pakai untuk jangka panjang.

b.   Modal kerja

Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap dating permintaan.

c.    Modal Operasional

Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contohnya biaya untuk pembayaran gaji pegawai, telepon bulanan, listrik, air, bahkan retribusi.

2.    Mengetahui Sumber Permodalan

Untuk memulai suatu usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh melalui :

a.   Modal Sendiri

b.   Pinjaman Bank



Ada tiga jenis kredit perbankan :

 1. Kredit Usaha, yaitu kredit yang ditujukan untuk membiayai usaha yang produktif.

 2. Kredit konsumsi, yaotu kedit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif.

 3.   Kredit serba guna, yaitu kredit yang bisa digunakan untuk tujuan konsumsi maupun usaha.

c.    Bank Syariah

d.   Pegadaian

3.    Proses Pengelolaan Keuangan

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan.

a.   Kita harus memisahkan antara uang perusahaan dan dan pribadi.

b.   Kita harus memastikan system pencatatan yang rapid an teratur sesuai sesuai dengan kaidah akutansi.

c.    Melakukan manjemen kas.

d.   Melakukan evaluasi  setiap bulan terkait.

4.    Pelaporan Keuangan


Kita membuat laporan keuangan untuk memastikan bahwa tidak ada uang  yang hilang, untuk membuat laporan keuangan, terdapat dua hal yang perlu dibuat, yaitu neraca dan laba rugi. Neraca (balance sheet) adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan sementara dari usaha. Neraca terbagi dalam dua komponen, yaitu bagian yang menguraikan aset - aset perusahaan dan bagian lain yang berisi kewajibanperusahaan. Laporan laba rugi menggambarkan keadaan suatu usaha dalam waktu tertentu, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan yang sekaligus dapat menunjukan laba bersih perusahaan, baik berupa keuntungan atau kerugian.

MERANCANG STRATEGI PEMASARAN ( BAB 9 )


Pemasaran

Pemasaran tidak hanya mengenai penjualan, pemasangan iklan, atau memajang produk di etalase saja, pemasaran merupakan suatu proses yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang atau jasa, tepat pada waktu yang tepat dan lokasi yang tepat pula. Pemasaran bertitik tolak pada kebutuhan pembeli yang belum terpenuhi yang berkaitan dengan barang, harga, kualitas, dan lain sebagainya.

Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan upaya pemasaran apabila telah menghasilkan dua hal berikut :

1.    Pembeli melakukan pembelian ulang

2.    Pembeli merekomendasikan produk ke Orang lain

Dibawah ini beberapa teknik yang akan membantu anda dalam melakukan pengenalan pasar, yaitu :

1.               Mengelompokan Pasar

Hal terpenting dalam memasarkan barang atau jasa adalah mengetahui siapa pembeli dan apa yang mereka butuhkan, bukan membuat barang atau jasa terlebih dahulu lalu menunggu pembeli datang. Beberapa pengelompokan pembeli yang dapat dilakukan, antara lain berdasarkan :

- Lokasi tempat tinggal

- Jenis Kelompok

- Demografis

- Psikologis

- Jumlah yang dibeli

2.    Masa  Peredaran Barang dan Jasa

Semua barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen memiliki siklus hidupnya masing masing. Tahapan tersebut dimulai dari tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kematangan, dan diakhiri dengan tahan penurunan.

Apabila mengetahui masa peredaran suatu barang atau jasa, maka kita akan :

a.   Mempercepat atau memperlambat tahapan-tahapan

b.   Mengetahui masa edar dan siklus hidup yang dimiliki

c.    Mengetahui layak atau tidaknya masuk dalam usaha baru.

3.   Analisa swot

Analisis yang dikenal dengan sebutan  analisis kekuatan – Kelemahan – Peluang – Ancaman adalah sangat penting untuk mengetahui posisi usaha yang dijalankan saat ini.



Menentukan Strategi Pemasaran

Setelah kita melakukan analisis SWOT, maka selanjutnya kita perlu menyusun strategi pemasaran. Strategi Pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat barang dan jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target atau selera konsumen yang dituju.

Menentukan  Alat Pemasaran

Alat pemasaran yang dimaksud disini lebih kita kenal dengan sebutan bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu gabungan atau pengunaan kombinasi unsur – unsur seperti produk, harga, promosi dan sebagainya yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi yang ideal, sesuai dengan kondisi sasaran pembeli.

Menyusun Rencana Pemasaran


Rencana pemasaran harus disusun secara sistematis, namun kualitasnya sangat bergantung pada pembuatnya dan tentu akan lebih baik jika melibatkan pihak – pihak yang terkait langsung dengan proses pemasaran.

Kewirausahaan dan lingkungan ( BAB 10 )

Kewirausahaan dan Lingkungan Global

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahaan adalah perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut :

1. Produk-produk baru yang didistribusikan ke pasar oleh pesaing.

2. Perkembangan teknologi dan informasi.

3. Perkembangan teknologi barang substitusi.

4. Berbagai penemuan baru.

5.  Adaptasi teknologi yang siap pakai.

6.  Strategi perkembangan teknologi nasional.

7.  Biaya peneitian dan pengembangan oleh perusahaan eaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industri.

8.  Siklus hidup produk.

9. Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang input, pengolaahan dan pemasaran.

10. Berbagai ramalan pengembangan teknologi dimasa depan.



Kewirausahaan sebagai Pemicu Perekonomian Negara

·         Menciptakan lapangan pekerjaan.

·         Meningkatkan kualitas hidup.

·         Meningkatkan pemerataan pendapatan.

·         Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.

·         Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.



Permasalahan di Indonesia

Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh suatu bangsa dalam menumbuh kembangkan kewirausahaan dengan baik, antara lain :

•         Pembinaan UKM dan bagi-bagi modal belas kasihan.

•         Pribumisasi usahawan yang gagal.

•         Usaha-usaha kecil umumnya gagal menjadi usaha besar.



Kebersamaan, Etika, dan Tanggung Jawab Sosial KewirausahaanKebersamaan  : keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara     pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan.



Etika  : cara menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyankut prilaku, perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidipnya.



 Tanggung jawab sosial  :  kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusa, dan melaksanakan tindakkan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.



Kejujuran dan Kedermawanan

       Berbisnis atau berdagang pada dasarnya adalah tolong-menolong, maka dalam berbisnis jangan sampai ada orang yang dirugikan. Kunci utamanya pada kejujuran, dan tentunya rasa ikhlas untuk berbagi dengan sesama.



Kebersamaan dan Etika Bisnis

       Pengusaha dianggap memiliki kemampuan kewirausahaan yang andal apabila pengusaha tersebut mampu memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis serta mampu menerapkan asas kebersamaan dan menjalankan etika bisnis secara total.

Asas Etika Bisnis yang Sehat

     Beberapa pedoman sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam penerapan etika bisnis yang sehat, antara lain  :

a) Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan elalui kewajaran dan keterbukaan.

b) Kebersamaan dengan unsur internal dengan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.

c) Kebersamaan dengan lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang menggangu masyarakat.

d) Dalam proses bisnis atau transaksi usaha, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis  serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.

e) Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis.



Secara universal menyatakan ada sepuluh prinsip etika yang harus menjadi pegangan para pelaku bisnis, sebagai berikut :

1. Kejujuran

2. Integritas

3. Memelihara janji

4. Kesetiaan

5. Keadilan

6. Suka membantu orang lain

7.  Hormat kepada orang lain

8.  Menjadi warga negara yang bertanggung jawab

9.  Mengejar keunggulan dalam segala hal

10. Dapat dipertanggung jawabkan



Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan

Beberapa bentuk pertanggungjawaban sosial wirausahaan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Tanggung jawab terhadap lingkungan.

2. Tanggung jawab terhadap karyawan.

3. Tanggung jawab terhadap pelanggan.

4. Tanggung jawab terhadap investor.

5. Tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar.